Beberapa Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Meskipun saat ini telah banyak negara yang menerapkan sistem pendidikan gratis kepada masyarakatnya, ternyata Indonesia masih termasuk ke dalam deretan negara yang biaya untuk pendidikannya masih lumayan mahal. Proses menyiapkan dana sekolah untuk anak sering menjadi momok bagi para orangtua karena membuat mereka harus bekerja lebih keras. Tak heran banyak pasangan yang mulai berpikir dari jauh hari untuk mempersiapkan uang pendidikan demi bisa membiayai sekolah untuk anak mereka nantinya. Bahkan rencana tersebut telah disusun jauh sebelum sang anak ada. Bagaimanapun caranya, kebahagiaan dan pendidikan yang baik untuk anak adalah nomor satu. Salah satu cara mempersiapkan dana pendidikan adalah dengan berinvestasi seperti yang telah dirangkum pada artikel kali ini.

1. Tabungan Pendidikan

Tabungan ini dapat memberikan fasilitas layaknya asuransi jiwa, jadi kalau Anda telah meninggal target untuk mempersiapkan dana pendidikan bisa tetap tercapai. Tabungan jenis ini juga memiliki bunga yang mengoda serta fasilitas  untuk asuransi kesehatan tentunya dengan tambahan sejumlah biaya. Nah, bagaimana jika Anda tidak dapat melanjutkan cicilan karena suatu hal? Tenang saja karena biasanya dana yang ada akan kembali lagi namun dikurangi sedikit untuk biaya administrasi.

2. Asuransi Pendidikan

Banyak orang yang berpikir kalau tabungan dan asuransi pendidikan itu hal yang sama. Mereka memang tidak sepenuhnya salah karena memang agak mirip namun ada beberapa perbedaan yang lumayan signifikan. Misalkan Anda memiliki asuransi pendidikan dengan jangka premi selama 10 tahun dan asumsi asuransinya yang dimiliki akan cair saat anak masuk SD, SMP, dan SMA serta kuliah. Nah diluar waktu yang telah ditetapkan tadi, asuransi tidak dapat dicairkan. Ini berbeda dengan tabungan pendidikan yang dapat dicairkan kapan saja.

3. Deposito

Gunakan sebagian dari penghasilan Anda untuk tabungan deposito. Strategi seperti ini sangat efektif karena uang deposito tidak dapat dicairkan sembarangan dan juga karena bunga deopsito lebih baik dibandingkan dengan tabungan konvensional yang biasa. Pilihlah jenis deposito sesuai dengan jangka waktu yang dibutuhkan.

4. Reksadana

Reksadana ini cocok bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi. Resiko bermain reksadana kecil tapi keuntungan yang bisa diperoleh nantinya cukup lumayan. Uang Anda akan dikelola oleh orang yang tepat dan kita dapat memulainya dengan modal yang kecil yaitu mulai dari 100 ribu rupiah.

5.Tabungan Konvensional

Nah cara yang terakhir adalah dengan menggunakan tabungan konvensional. Cara ingin sangat populer di masyarakat terutama bagi mereka yang tidak ingin repot. Banyak fasilitas dan kelebihan yang dapat diperoleh pula sehingga rasanya tidak akan salah untuk memilih cara ini.